Tim Bidikmisi Politeknik Lakukan Verifikasi Kelayakan Ekonomi

Tim Pelaksana Bidikmisi Politeknik Banjarnegara melakukan verifikasi kelayakan ekonomi kepada puluhan calon penerima Bidikmisi, 4 – 11 Juli lalu. Tim yang terdiri dari dosen, karyawan serta mahasiswa tersebut diterjunkan untuk menilai kelayakan calon penerima secara langsung mengingat bantuan biaya pendidikan tersebut diperuntukkan khusus bagi keluarga yang kurang mampu secara ekonomi.

Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni, Lukmanul Hakim, STP., M.Sc menjelaskan bidikmisi merupakan beasiswa yang disediakan untuk mahasiswa yang memiliki potensi akademik baik namun berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. “Dengan beasiswa ini, penerimanya akan terbebas dari segala biaya pendidikan selama kuliah, serta memperoleh bantuan biaya hidup per semester minimal Rp. 3.600.000,” katanya.

Menurut Lukman, dalam Pedoman Penyelenggaraan Bidikmisi 2015 disebutkan bahwa misi dari program beasiswa tersebut adalah menghidupkan harapan bagi masyarakat tidak mampu dan mempunyai potensi akademik baik untuk dapat menempuh pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi serta menghasilkan sumber daya insani yang mampu berperan dalam memutus mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

“Agar bantuan biaya pendidikan tersebut benar-benar tepat sasaran, anggota tim verifikasi harus mengunjungi kediaman setiap calon penerima Bidikmisi, sehingga data yang diperoleh benar-benar valid disertai dengan dokumentasi berupa foto,” ungkap Lukman.

222

Kepala UPT Humas Politeknik Banjarnegara, Bondan Hary Setiawan, SP, MP mengatakan setiap progam beasiswa harus benar-benar tepat pada sasarannya, artinya berbagai program beasiswa yang ada di Politeknik Banjarnegara harus disalurkan kepada mahasiswanya sesuai dengan kriteria yang dipersyaratkan. “Setiap program beasiswa harus melalui proses seleksi. Ada program beasiswa yang didasarkan pada prestasi akademis, ada yang didasarkan pada tingkat ekonomi dan ada juga yang didasarkan pada kombinasi diantara keduanya,” kata Bondan.
Terkait dengan Bidikmisi, pihaknya menjelaskan bahwa proses seleksi kepada calon penerimanya harus dilakukan berdasarkan prestasi akademik dan penilaian kelayakan, karena program Bidikmisi hanya diberikan kepada mereka yang memiliki kemampuan akademik namun terbatas dengan masalah ekonomi.

“Beberapa nama terpaksa kita coret dari daftar calon penerima Bidikmisi, karena setelah kita lakukan verifikasi dengan mengunjungi kediamannya secara langsung dan kita dapatkan data serta faktanya, kondisinya tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan,” kata Bondan.

Menurut Bondan, selain beasiswa Bidikmisi, beberapa jenis program beasiswa yang ditawarkan diantaranya beasiswa Polibara, beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), beasiswa Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik (BBP-PPA) serta beasiswa dari Bank Jateng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *