Stadium General AAI, Ajak Mahasiswa Mengenal Potensi Diri

3Bertempat di auditorium, Sabtu (15/11), Keluarga Mahasiswa Muslim Politeknik Banjarnegara (KMMP) mengadakan Stadium General Assistensi Agama Islam (AAI) yang diikuti mahasiswa baru angkatan 2014.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Rizki Triana mengatakan kegiatan AAI merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh KMMP secara berkesinambungan. Menurutnya program AAI sangat penting karena merupakan langkah awal untuk membentuk karakter mahasiswa muslim yang baik. “Dalam pelaksanaannya nanti, mahasiswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dengan pemandu dari Iqro’ club Banjarnegara”, ujar Kiki panggilan akrabnya.

Program AAI dibuka secara langsung oleh Pembantu Direktur Bidang Akademik Ir. Sapto Wibowo, M.P. Dalam sambutannya dirinya mengatakan AAI merupakan sarana untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga religius. Menurutnya seorang mahasiswa tidak hanya dituntut untuk cerdas dalam hal akademik saja tetapi juga harus bisa menjadi seorang intelektual muslim yang setia pada agama dan senantiasa berupaya menggunakan kecerdasannya untuk kebaikan agama. “Manfaat program AAI untuk mahasiswa baru diantaranya sebagai sarana awal pembentukan karakter muslim yang intelek,” ujarnya.

Kasubbag Kemahasiswaan, Alumni dan Pengembangan Karir, Ufic Sellina Dewi, S.Pd menambahkan AAI juga bisa digunakan sebagai sarana mempererat silaturahmi antar sesama mahasiswa muslim. Forum pertemuan AAI dapat digunakan sebagai sarana sharing dan bertukar pikiran mengenai masalah-masalah agama maupun masalah diluar agama.

Pada puncak acara, dihadirkan seorang motivator muslim Arif Abu Syamil dari Rumah Sholeh Indonesia. Dalam ceramahnya yang berjudul Mengenal Potensi Diri, dirinya mengajak kepada semua peserta yang hadir untuk selalu fokus, semangat dan optimis dalam setiap langkah untuk meraih cita-cita. Menurut dia, setiap individu dianugerahi oleh Allah SWT potensi yang luar biasa. Untuk bisa mengembangkan potensi tersebut, setiap individu harus mampu terlebih dahulu mengenal dan selanjutnya menggali potensi-potensi besar yang ada pada dirinya.
Sebagai seorang mahasiswa muslim, harus memiliki semangat belajar sepanjang hayat, belajar sesuai dengan kompetensi keilmuan dan yang lebih utama belajar tentang Islam secara kaffah. “Kesuksesan dan masa depan tergantung dari diri sendiri, jangan lupa untuk selalu berjalan di jalan yang dirahmati Allah, jangan berhenti berusaha dan berdo’a untuk mencapai cita-cita,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *