Program Studi D3 Agroindustri Berikan Pendampingan Kreasi Olahan Makanan Untuk Balita Stunting

Upaya penanganan stunting tidak dapat dilakukan melalui satu atau dua program saja tetapi penanganan stunting harus dilakukan melalui kerjasama lintas sektor. Stunting merupakan masalah yang saat ini menjadi isu dalam kesehatan bayi dan balita. Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan karena asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama sebagai akibat dari pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi yang diperlukan. Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian stunting adalah asupan gizi yang belum seimbang bagi balita.

Dalam hal ini Politeknik Banjarnegara berperan sesuai dengan bidang ilmunya dalam penanganan stunting melalui peran program studi D3 agroindustri memberikan pendampingan pengolahan hasil makanan berbasis potensi lokal. Program studi Agroindustri menghasilkan lulusan yang kompeten, handal, dan produktif di bidang agroindustri hulu dan agroindustri hilir. Kompetensi lulusan yang dimiliki meliputi: Agroindustri input pertanian (pupuk dan pestisida), Agroindustri yang memproduksi peralatan dan mesin agroindustri, Agroindustri pengolahan hasil pertanian, dan Agroindustri jasa sektor pertanian.

Diversifikasi pengolahan hasil pertanian dapat dilakukan melalui pengolahan aneka hasil pertanian menjadi olahan makanan yang lebih disukai anak-anak. Anak akan memiliki keinginan/ kemauan makan menjadi lebih tinggi, sehingga asupan gizi dapat terpenuhi. Mahasiswa memberikan pendampingan melalui edukasi dan demonstrasi pembuatan nugget berbahan dasar sayuran. Kegiatan ini diharapkan mampu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait gizi balita dalam am memberikan asupan sehingga dapat mencegah terjadinya stanting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *