Praktek Klinik Sanitasi

DSC_0019aDigedung Program Studi Kesehatan Lingkungan lantai atas, di dalam sebuah kelas. Tiga anak terlihat serius berdiskusi, sementara puluhan anak yang lain duduk mengelilingi mereka. Juga dua orang dosen yang serius memperhatikan tiga anak didiknya itu sambil sesekali berkomentar. Ya, itulah Praktek klinik sanitasi di dalam ruang. Mata kuliah wajib 3 (tiga) sks praktek ini adalah bagian dari paket mata kuliah yang diambil mahasiswa semester 5 (lima) program studi kesehatan lingkungan.

kegiatan praktek klinik sanitasi di dalam ruang, selain itu adalah mata kuliah wajib mahasiswa tingkat 5, ini juga sebagai bekal mereka praktek klinik sanitasi di Puskesmas setelah UTS nanti” jelas Barni, S.Pd, MA pengampu mata kuliah Klinik Sanitasi.

Tujuan dari praktek klinik tersebut adalah meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan petugas klinik sanitasi dalam menganalisa dan memecahkan masalah kesehatan lingkungan, penyakit berbasis lingkungan, dan perilaku individu, juga melakukan konseling sebagai upaya merubah perilaku klien/individu.

Mereka dibekali dengan materi masalah-masalah kesehatan lingkungan, penyakit berbasis lingkungan, perilaku masyarakat, keterampilan komunikasi dengan klien, dan dasar-dasar konseling.

Praktek klinik sanitasi ternyata sangat menarik bagi mahasiswa. Mereka dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil berjumlah 3 (tiga) orang, dengan peran yang berbeda. Setiap kelompok saling berlomba menyajikan bentuk konseling yang apik dan efektif, disamping menganalisa dan memecahkan masalah yang dihadapi klien.

ini memang nggak mudah ya, karena kita harus belajar menjadi konselor. Sebenarnya intinya adalah komunikasi aktif antara sanitarian dan kliennya. Buat saya ini sangat penting sebagai bekal setelah kita lulus dan menjadi sanitarian nanti, karena kita jelas akan berhadapan langsung dengan masyarakat dan perilaku yang menyertainya” komentar Endah, mahasiswa yang ikut praktek.

rata-rata mereka sudah cukup matang dan siap diterjunkan ke puskesmas-puskesmas terdekat” tutup bu Barni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *