Politeknik Raih Juara 2 Magelang Agriculture Fair

2Stand Politeknik Banjarnegara berhasil meraih juara kedua dalam Magelang Agriculture Fair 2014 yang dihelat Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Pemerintah Kota Magelang 18 sampai 20 Desember lalu.

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Ahmad Yani Kota Magelang tersebut diramaikan oleh lebih dari 30 stand peserta mulai dari budidaya tanaman hias, bunga, hewan, produk makanan olahan, dan sebagainya.

Ketua Program Studi (Prodi) Agroteknologi, Dwi Ari Cahyani STP MSc mengatakan keikutsertaan Politeknik Banjarnegara dalam ajang pameran tersebut merupakan salah satu komitmen untuk terus mengembangkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bidang pertanian kepada masyarakat.

Menurut dia, selama tiga bulan terakhir sedikitnya tiga kegiatan serupa telah diikuti Politeknik Banjarnegara, diantaranya Festival Hortikultura Jawa Tengah IV tahun 2014 yang berlangsung di kawasan Agro Center Soropadan, Temanggung, pertengahan Oktober lalu, Banjarnegara Agro Expo (BAE) 2014 yang digelar akhir November dan Magelang Agriculture Fair. “Untuk Festival Hortikultura di Soropadan, merupakan hasil kerjasama dengan Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Dintankannak) Kabupaten Banjarnegara, dan untuk Magelang Agriculture Fair ini kita dapat undangan dari Pemkot Magelang”, ungkapnya.

Pamerkan Potensi Unggulan
Selain mengenalkan Politeknik Banjarnegara melalui tiga Prodi-nya yaitu Kebidanan, Kesehatan Lingkungan dan Agroteknologi, juga dipamerkan berbagai produk dan potensi unggulan Politeknik Banjarnegara diantaranya berbagai produk olahan tepung seperti tepung ubi jalar, kimpul, ubi jalar ungu, ubi kayu, minuman salak instant, nasi kentang instant dan kultur jaringan serta hidroponik.

Yuni Alvianto A.Md, Laboran Agroteknologi mengatakan untuk gelaran Magelang Agriculture Fair 2014 tersebut pihaknya membawa dan mengenalkan lima jenis sistem hidroponik yaitu DFT Piramid, DFT Anak Tangga, Ebb and Flow, Vertical Garden dan Minuman Ayam. Sementara itu, untuk dekorasi stand digunakan limbah dari kulit salak. “Hidroponik merupakan salah satu yang mendapat perhatian dari pengunjung, selain bentuknya yang menarik, juga penerapan teknologi yang digunakannya,” kata Yuni.

Bahkan menurut Yuni, untuk tahun 2015 mendatang Politeknik Banjarnegara diminta untuk melakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan dan aplikasi hidroponik di Kota Magelang.

Ditambahkan Yuni, beberapa kriteria penilaian yang dilakukan dewan juri diantaranya desain stand, teknologi yang dipamerkan, kemampuan berinteraksi dengan pengunjung, kreatifitas dan inovasi yang dikembangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *