BANJARNEGARA – Kebijakan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar mendorong perguruan tinggi perkuat kolaborasi. Oleh karenanya, dua kampus di Jawa Tengah yakni Politeknik Banjarnegara dan Universitas Islam Sultan Agung (UNISULA) menandatangani naskah kerja sama bertempat di U5 Kampus Politeknik Banjarnegara, Jumat (27/8/2021). Hadir dalam MoU, Rektor UNISULA, Drs. H Bedjo Santoso MT PhD beserta tim dan Direktur Politeknik Banjarnegara, Dr Tuswadi didampingi oleh para Pembantu Direktur, Ketua Program Studi, dan Kepala Humas. Isi pokok kerja sama di antaranya, pertukaran informasi ilmiah melalui kegiatan riset dan publikasi bersama, penggunaan fasilitas bersama untuk penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan penelitian peserta didik dan/atau civitas akademika.

Kemudian,  peningkatan kualitas pendidikan seperti pengabdian masyarakat, pelaksanaan pelatihan, workshop, pemagangan, observasi dan kegiatan lainnya yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan bermitra dengan perguruan tinggi dan lembaga terkait lainnya baik di dalam dan luar negeri. “Dengan MoU ini, dalam waktu dekat bisa terimplementasi saling tukar sumber daya dosen. Dimana dosen Politeknik bisa mengajar di UNISULA dan dosen UNISULA juga bisa mengajar di Politeknik; demikian pula mahasiswa, boleh mengambil mata kuliah serumpun di Politeknik maupun di UNISULA,” jelas Bedjo Santoso. Diakuinya Program Studi Keperawatan di UNISULA akan menjadi yang pertama untuk implementasi MoU tersebut dengan mengandeng Program Studi Kebidanan Politeknik Banjarnegara untuk melaksanakan kurikulum Merdeka Belajar. Ke depan Program Studi Agroindustri Politeknik Banjarnegara juga akan digandeng untuk bersama-sama menggarap pemberdayaan petani di desa-desa binaan kedua perguruan tinggi tersebut khususnya untuk mekanisasi dan teknologi ramah lingkungan bagi dunia agroindustri. Dr Tuswadi, Direktur Politeknik Banjarnegara mengatakan bahwa UNISULA sebagai salah satu kampus swasta besar di Jawa Tengah memiliki posisi yang sangat strategis untuk menguatkan Tiga Pilar institusi yang dipimpinnya yakni Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. “Ini era kolaborasi, bukan persaingan, Politeknik dan UNISULA akan membuktikan bahwa dengan melangkah bersama dalam kemitraan yang saling menguntungkan-berbagai inovasi pendidikan pasti akan bisa dihasilkan yang muaranya membangun masyarakat lebih bermartabat dan sejahtera. Kegiatan kemahasiswaan bisa kita kolaborasikan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas melalui MoU ini,” kata Dr Tuswadi. Politeknik Banjarnegara yang memiliki kerja sama dengan dua kampus di Jepang yakni Hiroshima University dan Hijiyama University juga akan memanfaatkan kedua jejaring ini guna memperkuat implementasi Kampus Merdeka, Merdeka Belajar Polibara-UNISULA. Bentuknya bermacam-macam seperti pengiriman dosen Politeknik dan UNISULA studi S-3 di Jepang, joint-seminar dosen Politeknik dan UNISULA dengan para profesor Hiroshima University dan Hijiyama University, serta program pertukaran mahasiswa. Mulai tahun 2022 ditargetkan setiap tahun satu dosen Politeknik Banjarnegara terkirim ke Graduate School of Biomedical & Health Sciences Hiroshima University diikuti oleh dosen UNISULA khususnya untuk program studi Ilmu Kesehatan. Sekarang ini pemerintah memberikan porsi lebih banyak dan lebih mudah bagi dosen Politeknik atau kampus vokasi untuk Beasiswa Program Doktor di dalam dan luar negeri. “Kami targetkan at least setiap 3 tahun sekali akan lahir Doktor dari dosen di lingkungan Politeknik Banjarnegara dan UNISULA,” kata Dr Tuswadi diiyakan oleh Rektor UNISULA.

admin

Perguruan Tinggi Vokasional Jenjang Diploma III Bidang Kesehatan dan Pertanian

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *