Politeknik Banjarnegara Dan Puskesmas Rakit 2 Upayakan Strategi Terpadu Penanganan Dan Pencegahan Stunting

Politeknik Banjarnegara tanggap terhadap isu terkini masalah kesehatan ibu dan anak khususnya tentang stunting dan berupaya untuk berkontribusi aktif dalam mengatasi masalah tersebut. Pada tahun 2021 ini Kabupaten Banjarnegara termasuk Kabupaten Lokus Stunting yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor : KEP 42/M.PPN/HK/04/2020 tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/ Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2021. Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan karena asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama sebagai akibat dari pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi yang diperlukan. Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya.

Kontribusi Politeknik Banjarnegara dengan melakukan intervensi penatalaksanaan terpadu stunting yaitu melalui kegiatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) yang dilakukan oleh mahasiswa. Melalui Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD), Mahasiswa Politeknik dibawah bimbingan dosen melakukan analisis masalah kesehatan bersama dengan masyarakat. Kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) adalah pertemuan perwakilan warga desa beserta tokoh masyarakatnya dan para petugas untuk membahas hasil Survei Mawas Diri yang dilakukan oleh mahasiswa dan merencanakan penanggulangan/intervensi masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil survei mawas diri yang sudah disepakti secara bersama. Musyawarah masyarakat desa dilakukan di kincang pada tanggal 30 November 2021. Hasil musyawarah masyarakat desa ditemukan beberapa prioritas masalah dengan kebutuhan penanganan segera.

Penatalaksanaan kasus stunting terpadu dilakukan oleh Politeknik Banjarnegara dan Puskesmas Rakit 2 bersama warga desa kincang Kecamatan Rakit melalui pendekatan keluarga secara berkelanjutan dengan program pendampingan KK binaan dan edukasi tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap stunting meliputi sanitasi, pola asuh dan status gizi serta perilaku hidup bersih sehat dan pengolahan hasil makanan berbasis potensi lokal. Dalam penanganan kasus stunting Politeknik Banjarnegara melibatkan tiga program studi yaitu D3 Kebidanan, D3 Agroindustri dan D3 Kesehatan lingkungan sesuai bidang ilmu dan keahlian masing-masing. Adapun rencana tindak lanjut kegiatan adalah melakukan pembinaan kelas balita secara umum dalam penanganan stunting serta upaya promotif untuk pencegahan kasus stunting melalui edukasi yang disampaikan secara individu maupun kelompok.

Terimakasih Politeknik Banjarnegara luar biasa telah mengambil peran aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting di Banjarnegara sesuai arah kebijakan aksi konvergensi pelaksanaan percepatan penanganan stunting di Kabupaten Banjarnegara. kami sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, semoga ke depan dapat diperluas di lokasi fokus yang lain atau perluasan jenis kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *