Persemaian Banjarnegara “Bergerak Bersama Membangun Negeri”

Persemaian Banjarnegara yang berlokasi di Politeknik Banjarnegara merupakan hasil implementasi dari kerjasama Politeknik Banjarnegara dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliras Sungai dan Hutan Lindung Serayu Opak Progo (BPDASHL SOP) Yogyakarta dibawah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia. Persemaian Banjarnegara merupakan persemaian non permanen didirikan sebagai tempat produksi bibit untuk tanaman kehutanan yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat sebagai komitmen menjaga kelestarian alam yang menjadi program Kementrian LHK. Masyarakat dapat mengakses bibit gratis terutama untuk wilayah Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purbalingga dan Banyumas serta tidak menutup kemungkinan kabupaten lain di wilayah BPDASHL SOP Yogyakarta.

Kerjasama ini bagi merupakan upaya nyata bagi Politeknik Banjarnegara sebagai Perguruan Tinggi vokasi untuk bergerak bersama mitra kerjasama dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat seperti moto kami “Bergerak Bersama Membangun Negeri” sekaligus membangun identitas sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan yang Kompeten dan Kompetitif. Kompeten dalam hal ini adalah setiap lulusan menguasai bidang keilmuannya dan kompetitif dimana setiap lulusan harus memiliki daya saing sesuai dengan perkembangan jaman. Implementasi melalui kerjasama ini adalah sebagai berikut:

  1. Politeknik Banjarnegara memberikan pendampingan dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi terkait menjaga kuantitas dan kualitas bibit produksi persemaian melalui dosen- dosen program studi Agroteknologi.
  2. Menjadikan Persemaian Banjarnegara sebagai tempat praktikum mata kuliah bagi mahasiswa Politeknik Banjarnegara.
  3. Politeknik Banjarnegara menyalurkan tenaga kerja pengelolaan Persemaian Banjarnegara dengan menempatkan lulusan program studi Agroindustri.
  4. Politeknik Banjarnegara menjadikan Persemaian sebagai upaya memperkuat Pengabdian kepada Masyarakat melalui edukasi kepada masyarakat dan riset yang memperkuat mendukung persemaian banjarnegara.
  5. Persemaian Banjarnegara juga dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk menghasilkan penghasilan tambahan sendiri (kuliah sambil kerja).

Tanaman yang diproduksi di persemaian Banjarnegara antara lain adalah tanaman keras kehutanan seperti albasia, jabon, gemilina, trembesi dan lain-lain. Selin itu juga diproduksi tanaman buah dari biji sepeti alpukat, durian, nangka, jambu dan sirsak. Kemudian tanaman yang memiliki nilai estetika seperti tabebuya, sapu tangan dan pucuk merah. Yang tidak kalah penting adalah tanaman yang memiliki peran kuat dalam penanggulangan longsor seperti wilaayah dengan mayoritas rawan longsor di kabupaten Banjarnegara yaitu aren dan vetiver. Produksi bibit di tahun 2020 adalah 150 ribu bibit sedangkan pada tahun 2021 target produksi adalah 250 ribu bibit.

Persemaian Banjarnegara juga menjadi salah satu tempat persemaian tanaman konservasi dengan nilai ekonomis tinggi yaitu kacang macadamia. Dimana pada tahun 2019 ditunjuk menjadi salah satu persemaian diantara 9 persemaian dibawah Kementrian LHK yang ditunjuk memproduksi tanaman macadamia dengan benih introduksi dari Australia. Mempertimbangkan ini adalah tanaman baru yang akan dikembangkan di Indonesia maka menjadi sebuah tantangan yang besar untuk Politeknik Banjarnegara untuk membantu mensukseskan program tersebut. Berdasarkan supervisi dari Kim Wilson yaitu founder and managing director of Eureka Macadamia Management and Macadamia Consulting International, Australia menyatakan bahwa produksi bibit macadamia di Banjarnegara sebagai yang terbaik (exellence) karena kualitas bibit sama dengan produksi Australia dan dibuat dengan cara sederhana. Selain itu yang tidak kalah penting menjadi persemaian yang mampu memenuhi target produksi yaitu 50 ribu bibit (64% keberhasilan produksi bibit dari benih) walaupun merupakan persemaian sederhana (non permanen) jika dibandingkan dengan persemaian lain yang ditunjuk Kementrian LHK. Sebagai perbandingan di Australia (masih menurut KIM Wilson) tingkat keberhasilan nya adalah 70-75 %, tetapi dengan faktor transportasi dan penyimpanan maka kerusakkan benih yang sampai di Indonesia juga tinggi. Namun, keberadaan persemaian non permanen ini menjadikan persemaian Banjernegara mudah untuk ditiru atau diadopsi masyarakat yang ingin belajar memproduksi bibit tanaman. Penilain lain dari kementrian adalah Persemaian Banjarnegara memiliki keunggulan baik dari segi kerapihan produksi (managemen produksi) dan pertumbuhan bibit kacang macadamia yang lebih baik. Dan pada tahun 2020 menambah 20 ribu lagi produksi bibit macadamia.

Bibit persemaian Banjarnegara dapat diperoleh oleh masyarakat secara GRATIS melalui 2 jalur. Pertama, adalah jalur kelembagaan dari mulai kedinasan dibawah propinsi mapupun kabupaten, kecamatan, desa, RW/RT mapun kelompok tani, kelompok masyarakat (organisasi kemasyarakat) melalui surat permohonan ke Persemaian Banjarnegara dengan melampirkan data luas areal yang akan ditanami dan kebutuhan bibit baik jenis maupun jumlahnya. Masyarakat juga dapat memperoluh lawat jalur perorangan dengan membawa KTP (fotocopy) dengan jumlah maksimal pengambilan adalah 25 bibit. Kerjasama ini adalah bukti nyata dari Politeknik Banjarnegara dalam menggandeng pihak BPDASHL SOP Yogyakarta agar memberikan sumbangsih kepada masyarakat seperti moto kami “Bergerak Bersama Membangun Negeri” dan memperkuat Politeknik Banjarnegara sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi menghasilkan lulusan yang Kompeten dan Kompetitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *