Pelatihan Budidaya Ketela Lier (Singkong Beracun)

KamiSAM_0863s, 26 Juni 2014, bertempat di Laboratorium Agroteknologi Politeknik Banjarnegara. Sekelompok ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Perempuan (KP) Serayu II kompak mendatangi Politeknik Banjarnegara. Mereka datang bukan mau demo, tapi sebaliknya, merekalah yang akan di demo. Loh? Yup, diakomodir oleh UPT Laboratorium dan Pelayanan Bisnis Politeknik BAnjarnegara, mereka mengikuti pelatihan budidaya ketela lier. Ketela lier adalah ketela beracun yang bila diproses dengan teknik tertentu akan menghasilkan produk yang tidak beracun, tepung mokaf misalnya. Tepung alternatif pengganti tepung terigu ini ternyata memiliki keunggulan dibanding tepung terigu.

KP Serayu II adalah wadah perempuan pedesaan dalam berbagai kegiatan khususnya tentang pemberdayaan perempuan menuju kesejahteraan keluarga melalui keluarga mandiri. Dibentuk 22 November 2011 melalui swadaya masyarakat. KP serayu II mengakomodir program-program pemerintah seperti PNPM Mandiri dll.

Pelatihan kali ini, menurut Fedwi Anggi Kepala UPT, sekaligus instruktur pelatihan, fokusnya pada budidaya paska panen ketela lier, pengolahannya menjadi mokaf, dan pemanfaatan tepung mokaf menjadi aneka ragam olahan seperti brownies.

“Brownies mokaf memiliki tekstur dan rasa yg sama dengan brownies berbahan terigu, juga dengan cara masak yang sama. Kelebihan dari brownies berbahan dasar mokaf adalah tidak mengandung gluten, sehingga aman untuk penderita diabetes. Selain itu biaya produksi menggunakan tepung mokaf jelas lebih murah daripada terigu”, terang bu Dwi Ary Cahyani,  KaProdi Agroteknologi Politeknik Banjarnegara.

“Ini sangat penting dan bermanfaat untuk kami” terang bu Lili Anggraeni, ketua KP Serayu II.

“Kami senang sekali dengan pelatihan ini, walaupun cuma sehari tapi benar-benar efektif karena pelatihannya langsung praktek jadi kami  langsung bisa tau dan merasakan bagaimana cara memproses ketela lier menjadi mokaf berikut membuat brownies mokaf. Harapannya kerjasama ini dapat berkelanjutan dan membentuk MoU dengan kami dalam hal pembinaan dan bisnis mandiri”, lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *