Pelajar Didorong Jadi Pelopor Tanggap Bencana (Seminar Kebencanaan 2019)

Potensi kebencanaan khususnya di Kabupaten Banjarnegara cukup besar. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya kejadian bencana alam yang terjadi di beberapa daerah. Salah satu bencana alam yang memiliki potensi besar yang terjadi adalah tanah longsor.

Oleh karena itu antisipasi kebencanaan perlu rutin disosialisasikan agar masyarakat lebih tanggap dan sadar lebih dini agar kerugian yang ditimbulkan oleh bencana bisa diminimalisasi. Demikian dikatakan Direktur Politeknik Banjarnegara, Dr. Tuswadi pada kegiatan Seminar Kebencanaan 2019 yang diselenggarakan oleh Program Studi Kesehatan Lingkungan, Rabu (6/2) di auditorium kampus.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 pelajar SMA/SMK/MA tersebut menghadirkan tiga narasumber yakni dr. Ahmad Setiawan, M.P.H. dari Dinas Kesehatan, Andri Sulistyo, S.OR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Fujikawa Yoshinori, Ph.D dari Waku Pro Research Centre Japan.

Menurut Dr. Tuswadi, kehadiran seorang peneliti dari Jepang cukup memberi warna yang berbeda dalam seminar tersebut. Banyak pengetahuan dan pemahaman baru khususnya dalam bidang kebencanaan. “Berkaca kepada negara Jepang yang acapkali mengalami bencana gempa bumi, masyarakat di sana sudah terbilang tanggap ketika bencana gempa terjadi. Masyarakat pun sudah tahu apa yang akan dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Dipayuda Banjarnegara, Ir. Arifin Romli, M.Si dalam sambutan pembukaannya menyampaikan kegiatan seperti seminar kebencanaan sangat penting dilakukan untuk memberikan pemahaman akan bencana dan bagaimana tanggap menghadapi bencana sejak dini. Karena itu, semua elemen harus memiliki pemahaman terhadap kebencanaan.

Mengingat Kabupaten Banjarnegara tergolong salah satu daerah yang berpotensi terjadi bencana, diharapkan nanti para peserta mau dan mampu menyebarkan pemahamannya kepada masyarakat umum tentang ketangguhan dan penanggulangan bencana. Hal ini sebagai langkah antisipatif mengurangi risiko bencana. “Kita tidak bisa mencegah bencana, tetapi bisa meminimalkan korban jiwa dan luka jika setiap lapisan masyarakat disiapkan sejak dini secara profesional,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *