Menuju Penegerian, Politeknik Gelar FGD

Bertempat di auditorium Politeknik Banjarnegara, Sabtu (1/8) diselenggarakan diskusi terfokus atau Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Proses Alih Status Politeknik Banjarnegara menjadi Perguruan Tinggi Negeri.

Selain dihadiri civitas akademika Politeknik Banjarnegara, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh beberapa pemangku kepentingan diantaranya dari Pemprov Jawa Tengah, Pemkab Banjarnegara, anggota DPRD Provinsi dan anggota DPRD Kabupaten serta tokoh masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Seksi Fasilitasi Perguruan Tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Suprapto, S.Sos, M.Si mengatakan bahwa Politeknik Banjarnegara merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesional yaitu program pendidikan yang mengarah para proses belajar mengajar pada tingkat keahlian, ketrampilan dan pada kompetensi yang spesifik sesuai dengan kebutuhan pasar. Sebagai perguruan tinggi yang usianya masih relatif muda, Politeknik Banjarnegara harus selalu mengedepankan kualitas pembelajaran sesuai arah pendidikan vokasi sehingga mampu menghasilkan kualitas lulusan yang handal dan produktif.

Suasana Focus Group Discussion (FGD) Proses Alih Status Politeknik Banjarnegara Menjadi Perguruan Tinggi Negeri (1)

Gubernur juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang tinggi atas prestasi yang berhasil diraih Politeknik Banjarnegara pada beberapa waktu terakhir yaitu diterimanya 19 usulan penelitian hibah unggulan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) termasuk lolosnya puluhan mahasiswa meraih beasiswa serta berbagai kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan oleh mahasiswa Kebidanan, Kesehatan Lingkungan dan Agroteknologi. Dengan adanya perubahan status nantinya, diharapkan Politeknik Banjarnegara mampu berdiri sejajar atau bahkan bersaing dengan perguruan tinggi lain yang lebih senior.

Dikatakannya, bahwa latar belakang didirikannya Politeknik Banjarnegara diantaranya adalah tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI dan AKB), melimpahnya lahan pertanian produktif yang belum dimanfaatkan secara maksimal serta wilayah Kabupaten Banjarnegara dan sekitarnya pada waktu itu merupakan wilayah endemis malaria.

Dengan adanya Politeknik Banjarnegara yang memiliki tiga program studi vokasi unggulan yaitu DII Kebidanan, Kesehatan Lingkungan dan Agroteknologi diharapkan mampu memecahkan masalah-masalah tersebut.

Sementara itu anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Sri Ruwiyati, SE, MM yang hadir secara pribadi menyatakan dukungannya terhadap proses alih status Politeknik Banjarnegara menjadi perguruan tinggi negeri. Menurut dia, dengan adanya alih status menjadi perguruan tinggi negeri akan mampu meningkatkan minat calon peserta didik dan masyarakat serta mampu meningkatkan kepercayaan dan kebanggaan bagi Pemkab dan seluruh masyarakat Banjarnegara. “Secara prinsip saya men-support untuk bisa bersama-sama mengupayakan Politeknik Banjarnegara menjadi perguruan tinggi negeri,” kata Ruwiyati.

Sementara itu Direktur Politeknik Banjarnegara Prof. Dr. Teguh Supriyanto, M.Hum menjelaskan segala persyaratan untuk menjadi Perguruan Tinggi Negeri sudah dipersiapkan secara maksimal oleh Tim Penegerian Politeknik Banjarnegara diantaranya rekomendasi dari Yayasan Dipayuda Banjarnegara, rekomendasi Bupati dan rekomendasi DPRD Kabupaten Banjarnegara serta persyaratan lainnya.

“Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh jika sudah beralih status menjadi negeri, diantaranya untuk peningkatan sumber daya manusia dan meningkatkan daya saing daerah. Selain itu, dengan adanya perguruan tinggi negeri juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemkab dan masyarakat,” katanya.

11

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *