Mahasiswi Kebidanan Politeknik Siap Jadi Bidan Profesional

Mahasiswi Program Studi D3 Kebidanan Politeknik Banjarnegara siap menjadi bidan profesional. Hal tersebut sesuai dengan isi dari sumpah mahasiswa yang diucapkan dalam kegiatan Capping Day Angkatan X yang digelar di auditorium kampus, Rabu (7/2), kemarin.

Capping Day merupakan tradisi yang biasa dilakukan mahasiswi kebidanan sebelum melaksanakan tugas praktik lapangan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, sebagai bentuk pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Selain seremonial pemasangan cap profesi, juga dilaksanakan pengangkatan sumpah dan stadium general yang disampaikan Pj. Direktur Politeknik Banjarnegara, Dr. Tuswadi dengan tema Penguatan Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Dipayuda Banjarnegara, Drs. Sudarsono, M.Pd mengatakan seorang bidan lulusan Politeknik Banjarnegara dituntut untuk memiliki integritas yang tinggi. Setelah diangkat sumpahnya, harus bisa menjaga dan mengamalkan apa yang telah diucapkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, dr. Ahmad Setyawan, M.Ph mengatakan prosesi Capping Day yang telah diatur dengan urutan dan tata cara sedemikian rupa menggambarkan bagaimana nantinya seorang bidan atau tenaga kesehatan harus memiliki langkah-langkah dan aturan dalam melayani pasien.

Melalui acara tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menghayati dan menerapkan nilai-nilai profesi kebidanan. Dalam praktiknya terdapat berbagai aturan, tanggung jawab dan etika yang harus diemban mahasiswa saat terjun di lahan praktik. “Setiap tenaga kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan secara nyata kepada pasien secara profesional,” katanya.

Sementara itu, Pj. Direktur Politeknik Banjarnegara, Dr. Tuswadi menyampaikan bahwa Capping Day merupakan sebuah tahapan yang dilalui seorang mahasiswa untuk bisa terjun ke tengah masyarakat. Dirinya berpesan agar mahasiswa tidak cepat berpuas diri setelah melaksanakan ucap janji tetapi mengajak mereka untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan dan keilmuan yang dimilikinya.

Dalam kegiatan tersebut juga diumumkan mahasiswi peraih IPK tertinggi yakni Amalia Rizka Imanda dengan IPK 3,67 selanjutnya Fitroh Amalia Dina dengan IPK 3,54 serta Fathul Mujahidah dengan IPK 3,53.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *