Mahasiswa Politeknik Lakukan Kunjungan Industri

1111Sebagai wujud aplikasi mata kuliah Kewirausahaan, mahasiswa Program Studi Agroteknologi dan Kesehatan Lingkungan semester V, beberapa waktu lalu melakukan kunjungan industi ke PT Sido Muncul, Semarang.

Dipilihnya PT Sido Muncul, menurut dosen Kewirausahaan Sarno SP MSc karena PT Sido Muncul secara konsisten mampu memperkenalkan produk tradisional ke ajang Nasional bahkan Internasional.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bagian Humas PT Sido Muncul. Mahasiswa langsung mendapat penjelasan mengenai sejarah singkat dari PT Sido Muncul dan produk-produk yang telah dihasilkan. Setelah itu mahasiswa diajak berkeliling mulai dari gudang tempat penyimpanan bahan baku, pemisahan bahan baku antara yang berkualitas dan tidak berkualitas, proses pencucian dan penggilingan, pengamatan mutu di laboratorium, pengemasan, pengepakan sampai pendistribusian.

Sarno SP MSc menjelaskan kunjungan industri merupakan salah satu agenda yang secara rutin dilaksanakan, dengan lokasi yang berbeda-beda. Kegiatan tersebut diadakan dengan maksud dan tujuan diantaranya untuk membuka cakrawala berpikir mahasiswa, menggali ilmu dan pengalaman melalui pengamatan langsung dari objek, dan memperkenalkan dunia usaha yang sesungguhnya kepada mahasiswa.

“Kunjungan ini untuk menambah pengalaman, wawasan serta pengetahuan mahasiswa terkait dengan pengelolaan usaha dari sebuah industri,” ungkap Sarno yang juga menjabat sebagai Pembantu Direktur Bidang Administrasi Umum, Kepegawaian dan Keuangan. Selain itu juga sebagai tempat belajar yang nyata bagi mahasiwa sehingga mereka mendapat bukti langsung dari teori yang telah mereka dapatkan di kelas.

Setelah selesai berkeliling kawasan pabrik, peserta menuju sebuah pendopo untuk melakukan session tanya jawab. Sambil mencicipi minuman herbal yang disajikan, para peserta secara bergantian melontarkan berbagai pertanyaan terkait bahan baku, proses produksi, teknik pemasaran sampai dengan peluang untuk mensuplay bahan baku.

Seorang mahasiswa, Imam Sugandi mengatakan banyak sekali ilmu dan pengetahuan baru yang berhasil diserap dari kegiatan tersebut. “Ini merupakan pengalaman baru, bagaimana sebuah produksi dijalankan mulai dari nol sampai pendistribusiannya termasuk teknik pengelolaan usahanya,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *