Mahasiswa Polibara Laksanakan Program OSOC

Sebanyak 80 Mahasiswa Program Studi (Prodi) Kebidanan Politeknik Banjarnegara (Polibara) siap melaksanakan program One Student One Client (OSOC) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kesiapan tersebut terlihat setelah mengikuti kegiatan pembekalan dan pendampingan Progam OSOC yang digelar dua hari di Kampus Polibara dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, belum lama ini.

Progam OSOC merupakan salah satu strategi pemerintah untuk melibatkan mahasiswa dari jurusan kedokteran, kebidanan dan keperawatan dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Dalam program tersebut, seorang mahasiswa akan mendampingi seorang ibu dari masa kehamilan sampai dengan masa nifas selesai.

Direktur Polibara, Prof. Dr. Teguh Supriyanto, M.Hum mengatakan Politeknik Banjarnegara sebagai institusi pendidikan di Banjarnegara berupaya untuk selalu melibatkan diri dan mendukung upaya pemerintah dalam berbagai program, salah satunya program kesehatan, yaitu program OSOC.

Menurut dia, program OSOC di Polibara selain bertujuan turut membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi khususnya di Kabupaten Banjarnegara, juga merupakan konsep pembelajaran bagi mahasiswa untuk lebih mengetahui kondisi riil di lapangan dan juga diharapkan mahasiswa mampu mengaplikasikan jiwa pengabdian dan penolong kepada masyarakat. “Melalui tiga Prodi yang ada yakni Kebidanan, Agroteknologi dan Kesehatan Lingkungan, Polibara siap berkontribusi bagi masyarakat. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keterampilan mahasiswa di bidang ilmu yang digelutinya,” kata Prof. Teguh.

Sementara itu Wafika Rahmawati, M.Kes dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya mengatakan untuk mengurangi tingginya angka kematian ibu dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab bidang kesehatan saja tetapi diperlukan dukungan dari berbagai pihak termasuk mahasiswa. “Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pembekalan kepada para peserta sehingga benar-benar mengerti dan memahami konsep OSOC,” katanya. Menurut dia, kegiatan tersebut tersebut selain diikuti mahasiswa Kebidanan Polibara, juga diikuti 20 pembimbing lahan dari Puskesmas Kabupaten Banjarnegara dan 10 orang dari institusi Polibara. Metode  yang digunakan yakni ceramah, tanya jawab dan simulasi.

Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, dr. Ahmad Setiawan, M.Ph dengan materi Kebijakan terkait Permasalahan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Banjarnegara. Narasumber lain dari Tim OSOC Provinsi Jawa Tengah yakni Khobibah, S.SiT, M.Kes dan Titik Sapartinah, S.SiT, M.Kes dengan materinya masing-masing yakni Konsep OSOC dan Menthorship Pelaksanaan OSOC.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *