Mahasiswa Polibara Dikenalkan Pengetahuan Kebencanaan

Hidup di daerah yang tergolong rawan akan bencana alam seperti tanah longsor, angin puting beliung maupun gas beracun dan gempa, membuat penduduknya harus mengerti akantanda-tanda alam.

Potensi bencana tersebut tentu tidak akan terpicu menjadi peristiwa memilukan tanpa suatu sebab dan tanda. Oleh karena itu memahami akan tanda-tanda bencana merupakan upaya untuk mengurangi risiko becana (PRB). Demikian pula upaya-upaya pencegahannya.

Politeknik Banjarnegara memahami akan kondisi tersebut sehingga para mahasiswa baru mereka langsung diarahkan untuk berkunjung ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara.

Di lokasi tersebut mereka dikenalkan berbagai potensi bencana, pencegahan dan cara penanggulangannya. Mereka juga dikenalkan peralatan yang biasanya digunakan untuk mendukung penanganan bencana.

Ketua Panitia Ospek 2018, Rizki Nareswari mengatakan kegiatan Ospek diawali dengan upacara pembukaan dan kuliah umum yang disampaikan Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin, S.Pd, M.Pd dengan materi Pendidikan Karakter.

Terkait dengan pendidikan kebencanaan, Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Politeknik Banjarnegara, Bondan Hary Setyawan, SP, MP  mengatakan materi tersebut dirasa sangat penting mengingat sebagian besar wilayah Kabupaten Banjarnegara merupakan daerah rawan bencana. Maka masyarakat termasuk mahasiswa harus memiliki pemahaman mitigasi bencana.

Materi dasar tanggap bencana dan kebencanaan perlu dikenalkan sejak dini kepada mahasiswa. Politeknik Banjarnegara yang terdiri dari tiga program studi yakni Kesehatan Lingkungan, Agroteknologi dan Kebidanan sangat mementingkan hal itu.

”Agar peserta lebih teredukasi dan memiliki pemahaman lengkap mengenai mitigasi bencana, kegiatan dilaksanakan di BPBD dengan narasumber fasilitator badan penanggulangan bencana tersebut,” katanya.

Kalak BPBD Banjarnegara, Arief Rahman, menyambut baik respons positif lembaga pendidikan seperti Politeknik Banjarnegara yang menaruh perhatian pada masalah kebencanaan. Diharapkan makin banyak warga yang teredukasi tentang bencana sehingga mengurangi risiko bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *