Mahasiswa Kesling Ukur Sedimentasi DAS Serayu

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Kesehatan Lingkungan (Kesling) Politeknik Banjarnegara belum lama ini melakukan kegiatan praktikum pengukuran sedimentasi Daerah Aliran Sungai (DAS).

Ketua Prodi Kesehatan Lingkungan, Eny Sofiyatun, S.Si, M.Si, M.Sc mengatakan kegiatan praktikum tersebut merupakan aplikasi dari dua mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa semester V yaitu mata kuliah Pengawasan Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Faktor Resiko.

Dosen pengampu mata kuliah Pengawasan Pencemaran Lingkungan, Joko Malis Sunarno, S.Si, M.Si.Med menjelaskan tujuan dari praktikum tersebut diantaranya untuk mengetahui muatan sedimentasi pada aliran sungai, untuk m3engetahui kandungan oksigen yang terlarut dalam air, mengetahui biodiversity atau keanekaragaman biota sungai sebagai indikator biologi dan untuk mengetahui kedalaman Waduk Mrica.

Menurut Joko, saat ini di sepanjang DAS Serayu banyak ditemukan pabrik dan rumah tangga yang membuang limbahnya ke dalam sungai sehingga berpotensi meningkatkan angka BOD (Biological Oxygen Demand) yaitu oksigen yang dibutuhkan mikro organisme untuk menguraikan senyawa organik dalam air. “Tingginya BOD akan menyebabkan pencemaran dan menghambat pertumbuhan biota sungai,” ungkapnya.

Sementara itu Tri Suryantoro SKM, dosen pengampu mata kuliah Pengelolaan Faktor Resiko menjelaskan praktikum pengukuran sedimentasi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, pada dua lokasi yang berbeda yaitu di DAS Serayu Kelurahan Kenteng dan Waduk Mrica.

Dijelaskan lebih lanjut, bagian hulu DAS merupakan daerah tangkapan air yang berperan menyimpan air untuk kelangsungan hidup makhluk hidup. Apabila lahan tempat air tersimpan tersebut sudah terganggu atau mengalami degradasi, maka simpanan air akan berkurang dan mempengaruhi debit sungai di sekitar lahan tersebut berada serta pengaruh selanjutnya akan mengganggu keseimbangan dalam keberlangsungan hidup makhluk hidup yang tinggal di kawasan DAS tersebut. “Biasanya akibat yang sering timbul dari hal tersebut adalah terjadinya banjir,” katanya.

Selain untuk mengetahui cara pengukuran sedimentasi pada DAS dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, para mahasiswa juga diharapkan mengetahui cara mengurangi masalah sedimentasi. Menurut Tri, sampel air yang berhasil diambil pada DAS Serayu dan Waduk Mrica tersebut selanjutnya diperiksa di laboratorium Kesehatan Lingkungan Politeknik Banjarnegara untuk diketahui hasilnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *