Mahasiswa Harus Berkarakter Baik

Mahasiswa biasanya menjadi tolak ukur kelompok intelektual di tengah masyarakat. Meskipun demikian mahasiswa dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus berkarakter baik.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Syamsudin saat memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa baru Politeknik Banjarnegara, belum lama ini. Untuk memiliki karakter yang baik, menurutnya, mahasiswa harus beretika, berwawasan luas, bertanggung jawab, pintar, rajin, dan aktif, serta memiliki rasa kasih sayang yang tinggi terhadap sesama.

“Mahasiswa yang berkarakter diharapkan tidak akan menambah persoalan dalam masyarakat, tetapi akan menjadi penyelesai segala persoalan,” kata Wabup. Syamsudin menerangkan tentang arti penting pendidikan karakter pada era sekarang. Ada sebuah keadaan yang mempengaruhi perilaku manusia, sehingga pendidikan karakter sebagai upaya menanamkan kebiasaan yang positif menjadi bagian yang sangat diperlukan untuk membangun generasi muda yang berhati, berpikiran, dan berperilaku baik.

“Dengan adanya pendidikan karakter, maka peserta didik akan mampu bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai dan menjadi manusia yang memiliki karakter baik,” terangnya.

Dalam hal pembentukan karakter, Presiden mencanangkan revolusi mental dengan harapan manusia Indonesia bermental lebih baik. Pemerintah menghendaki terwujudnya manusia baru yang berkualitas. Harapannya terwujud manusia yang berintegritas, jujur, konsisten, dan berani.

Wabup Syamsudin berpesan kepada mahasiswa Politeknik Banjarnegara untuk bisa memiliki karakter-karakter baik tersebut dan seluruh sivitas akademikanya mampu menjadi sosok yang siap membangun Banjarnegara. “Jadilah petarung-petarung sejati, mari bersama bangkit dan berjuang. Kita antarkan Politeknik Banjarnegara menjadi sesuatu yang membanggakan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara,” harapnya.

Sebelumnya, pada saat upacara pembukaan dan penyematan atribut Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) bagi mahasiswa baru, Pembantu Direktur Bidang Akademik Ir. Sapto Wibowo, MP menyampaikan bahwa kegiatan Ospek yang dilaksanakan pada 12-14 September 2018, bertujuan agar mahasiswa lebih akrab dan mengenal lingkungan, lembaga, sistem pembelajaran, serta visi dan misi kampus.

Dirinya memperkenalkan Politeknik Banjarnegara sebagai satu-satunya kampus vokasi di Banjarnegara. “Pendidikan vokasi menitikberatkan pada keterampilan, sehingga harapannya tercipta lulusan yang profesional dan mampu bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *