Hidroponik Politeknik Ramaikan Festival Hortikultura Soropadan

Seorang mahasiswa sedang menjelaskan cara pembuatan hidroponikTanaman Hidroponik hasil kreasi Politeknik Banjarnegara mendapatkan perhatian yang luar biasa dari pengunjung Festival Holtikultura Jawa Tengah IV tahun 2014 yang berlangsung di kawasan Agro Center Soropadan, Temanggung, 10–12 Oktober yang lalu.

Kegiatan tahunan tersebut mengangkat tema Membangun Hortikultura Berdaya Saing untuk Mendukung Kedaulatan Pangan. Sedangkan tujuannya untuk memantapkan komitmen dan meningkatkan komunikasi antara pemerintah, sektor swasta, pelaku usaha, dan masyarakat petani dalam mendorong peningkatan kuantitas, kualitas, dan kontinuitas hortikultura Jawa Tengah (Jateng). Sedikitnya terdapat 35 stand pameran hortikultura unggulan kabupaten atau kota se-Jateng, 7 stand UPT Dinpertan TPH dan 7 stand swasta atau mitra kerja.

Ketua Program Studi Agroteknologi, Dwi Ari Cahyani STP MSc mengatakan keikutsertaan Politeknik Banjarnegara dalam kegiatan yang dihadiri Gubernur Jateng dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Dintankannak) Kabupaten Banjarnegara.

Selain sebagai ajang promosi dan publikasi, kegiatan tersebut juga sebagai sarana pembelajaran kepada mahasiswa. “Mahasiswa kita fasilitasi untuk berkunjung pada event tersebut dalam bentuk studi lapang, diharapkan dari kegiatan tersebut mereka bisa belajar berbagai hal baru dan dapat mengaplikasikannya” ungkapnya.

Menurut Dwi Ari, dari beberapa potensi yang ditampilkan dalam pameran, hidroponik Politeknik Banjarnegara paling banyak mendapat perhatian pengunjung, bahkan beberapa diantaranya menyampaikan keinginannya untuk bekerjasama.

Seorang Laboran, Yuni Alvianto, AMd juga mengatakan hal yang sama. Menurut dia selain bentuk konstruksi hidroponik yang sangat menarik, media tanam yang digunakan adalah arang sekam. “Kami sempat bertemu dan bertukar ilmu dengan Komunitas Hidroponik Jawa Tengah,” kata Yuni.

Ibu Tetty, seorang pengunjung asal Tegal mengatakan ketertarikannya dengan hidroponik, selain tidak membutuhkan tempat yang luas, bentuk yang menarik, juga bisa ditanami sayur-sayuran yang sehat. “Hidroponik sangat menarik dan bisa memberi inovasi baru khususnya kepada ibu-ibu rumah tangga untuk bisa memanfaatkan lahan sempit dan memenuhi kebutuhan sayur keluarga,” kata Tetty.

Sementara itu Sudarno, warga Temanggung berharap agar Politeknik Banjarnegara bisa menjadi rujukan untuk masyarakat dalam menangani kesulitan-kesulitan yang dihadapi petani. “Saya sangat tertarik membuat hidroponik di rumah,” tegasnya.

Selain hidroponik, kultur jaringan yang dikembangkan Politeknik Banjarnegara juga tidak kalah menariknya. Berbagai pertanyaan dari pengunjung langsung dijawab oleh Dosen, Laboran dan mahasiswa yang bertugas disana. Beberapa hasil produksi Laboratorium Agroteknologi Politeknik yang ikut dipamerkan diantaranya aneka olahan tepung yang terdiri dari tepung ubi jalar, kimpul, ubi jalar ungu, ubi kayu dan minuman salak instant serta nasi kentang instant. Selain itu berbagai bibit sayuran dan tanaman buah juga ikut meramaikan stand Dintankannak dan Politeknik Banjarnegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *