Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Sebagai Upaya Promotif Penanganan dan Pencegahan Stunting

Mahasiswa D3 Kesehatan Lingkungan Politeknik Banjarnegara bekerjasama dengan Puskesmas Rakit 2 dan pemerintah Desa Kincang mengajak para warga untuk berupaya melindungi sumber air bersih yang mereka konsumsi serta mengedukasi pentingnya jamban sehat sebagai bentuk kontribusi terhadap masalah kesehatan ibu dan anaka khususnya penanganan dan pencegahan stunting di Desa Kincang Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara. Pada tahun 2021 ini Kabupaten Banjarnegara termasuk Kabupaten Lokus Stunting yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor : KEP 42/M.PPN/HK/04/2020 tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/ Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2021.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan salah satu faktor tidak langsung penyebab status gizi dan kesehatan seseorang yang berdampak pada balita. Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan karena asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama sebagai akibat dari pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi yang diperlukan. Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian stunting adalah asupan gizi yang belum seimbang bagi balita. Dampak buruk pada masa emas adalah pertumbuhan yang terhambat dan kecerdasan intelektual yang lebih rendah dari yang seharusnya.

Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan sampel air bersih, survey kepemilikan jamban sehat serta edukasi dalam bentuk penyuluhan tentang pentingnya jamban sehat dan PHBS. Hasil survey yang dilakukan ditemukan masih ada warga yang belum memiliki jamban sehat dan titik sumber air minum yang tercemar bakteri Coliform/ E. coli di mana bakteri ini di kenal sebagai bakteri penyebab penyakit khususnya diare serta dapat menurunkan imunitas atau daya tahan tubuh pada manusia. Hasil dari kegiatan tersebut sekurang-kurangnya dapat memberikan gambaran kondisi lingkungan di Desa Kincang sehingga menghasilkan rekomendasi agar warga memperhatikan penting BAB (buang Air Besar) di jamban sehat yang sesuai persyaratan. Dengan sadarnya warga untuk tidak BABS (Buang Air Besar Sembarangan) maka sumber air bersih yang digunakanpun diharapkan terbebas dari kontaminasi bakteri Coliform/ E. coli yang bersumber dari tinja. PHBS juga merupakan prasyarat penting dalam kehidupan sebagai slah satu upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. karena, mencegah lebih baik daripada mengobati. Salam sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *