Civitas Akademika Politeknik Ikuti Sosialisasi Nilai Kebangsaan

Kegiatan Sosialisasi Nilai-nilai Kebangsaan diawali dengan doa bersama untuk korban bencana alam tanah longsor yang dipimpin langsung oleh direktur Politeknik BanjarnegaraCivitas akademika Politeknik Banjarnegara yang terdiri dari dosen, karyawan dan mahasiswa mengikuti Sosialisasi Nilai-nilai Kebangsaan, Sabtu (13/11).

Kegiatan yang berlangsung di auditorium Politeknik Banjarnegara tersebut, selain dihadiri oleh civitas akademika, juga dihadiri oleh Ketua dan Pengurus Harian Yayasan Dipayuda, perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Banjarnegara, aktivis perempuan kebangsaan Indonesia dan perwakilan anggota DPRD Banjarnegara. Hadir sebagai keynote speaker Amelia Anggraini, anggota Komisi IX DPR RI.

Sebelum kegiatan dimulai, dilakukan doa bersama untuk korban bencana tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di Banjarnegara yang dipimpin langsung Direktur Politeknik Banjarnegara Dr Teguh Supriyanto MHum.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Banjarnegara menyampaikan ucapan terima kasih atas dipilihnya Politeknik Banjarnegara sebagai salah satu agenda untuk mengisi masa reses anggota Komisi IX DPR RI tersebut. Menurut dia, sosialisasi tentang nilai-nilai kebangsaan sangat penting disampaikan, karena nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila saat ini telah memudar terutama di kalangan pemuda.

“Kegiatan ini perlu kita apresiasi, karena nilai-nilai Pancasila telah memasuki fase krisis. Pancasila sebagai dasar negara dewasa ini telah kehilangan nilai luhurnya di masyarakat, terlebih lagi di kalangan pemuda,” ungkap Teguh. Melalui kegiatan sosialisasi tersebut dirinya berharap karakter dan nilai-nilai luhur bangsa serta budaya yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia kembali bisa menjadi spirit bagi warga masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan tersebut, Amelia Anggraini menyampaikan materi sosialisasi tentang Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, NKRI sebagai Bentuk Negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.

Selain itu dirinya juga menyampaikan program-program dari pemerintah pusat terkait dengan komisinya yang membidangi tenaga kerja dan transmigrasi, kependudukan dan kesehatan.

Setelah kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan rapat dengar pendapat untuk menyerap berbagai aspirasi yang disampaikan para peserta. Berbagai pertanyaan, pendapat dan aspirasi muncul diantaranya tentang alih status Politeknik Banjarnegara menuju perguruan tinggi negeri yang saat ini sedang dalam proses.

Menanggapi hal tersebut dirinya berkomitmen untuk mendukung dan membantu proses menuju penegerian Politeknik Banjarnegara. “Kami akan dukung dan membantu proses penegerian Politeknik Banjarnegara termasuk dengan program-program lainnya yang relevan seperti penyerapan alumni sebagai tenaga kerja profesional, mengupayakan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan lain sebagainya,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *