Aisyah, Lulusan Terbaik Politeknik Banjarnegara

AMINĀ Syufaat (48) dan Wursiah (40), tidak bisa menutupi rasa haru dan bahagia saat menyaksikan anak semata wayangnya, Aisyah Nur Aini (21) berhasil lulus dari Politeknik Banjarnegara dan menjalani wisuda, kemarin.

Tidak hanya itu, Aisyah ternyata menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3,6 dan lulus dengan predikat pujian. Kebahagiaan pasangan orang tua asal Desa Wiramastra, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara itu makin lengkap karena putrinya kini sudah bekerja bahkan sebelum lulus dan diwisuda.

Aisyah yang menempuh pendidikan di Program Studi Kebidanan itu mengaku sudah membantu bekerja di sebuah bidan praktik mandiri di kabupaten tetangga. Meski sifatnya baru membantu namun hal itu sangat penting karena ia bisa terus mengasah kemampuannya dan ilmunya tidak akan luntur setelah lulus kuliah.

Sembari menunggu surat tanda registrasi (STR) maka hal tersebut sangat membantu meningkatkan pengalaman. ”Saya sangat bahagia bisa lulus. Apalagi dengan nilai yang bagus,” ungkapnya.

Berjuang Keras

Selama ini ia dan orang tuanya memang harus berjuang keras selama masa kuliah di Politeknik. Ayahnya yang berprofesi sebagai tukang servis atau sol sepatu serta penjual balon keliling dan ibunya yang berdagang ikan asin di pasar tradisional Wanadri, harus berjuang keras agar anak mereka dapat mengenyam pendidikan tinggi.

Apalagi selama ini citacitanya adalah bekerja di bidang kesehatan sehingga harus menempuh pendidikan yang sesuai. Maka kedua orang tuanya pun bertekad agar anaknya itu bisa meraih cita-citanya. ”Memang ada beasiswa dari kampus, namun ada juga sejumlah biaya yang harus dipenuhi sendiri.

Oleh karena itu kami rajin menabung dari hasil usaha meski tidak banyak. Sedikit demi sedikit dikumpulkan. Alhamdulillah kami bisa membiayai dengan usaha kami berdua,” tuturnya. Diakui, selama itu ia dan istrinya memang harus menunda membeli kebutuhan yang dinilai tidak mendesak atau penting demi biaya kuliah anaknya.

Namun ia mengaku bangga dan puas karena kerja kerasnya bersama istri selama ini mulai membuahkan hasil. Amin Syufaat berharap ilmu yang sudah didapat anaknya di kampus Politeknik Banjarnegara bisa bermanfaat bagi masyarakat. Bisa menjadi bidan yang berguna bagi masyarakat dan profesional. (M Syarif SW-60)

Link berita asal