Senin, 17 Oktober 2022 Desa Kalipelus melaksanakan Program Millenial Bootchamp Training. Peserta sebanyak 16 pemuda anggota Karangtaruna Krida Remaja yang siap aktif di bidang pertanian. Program ini didukung oleh Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVB) Semarang. Semangat seluruh pemuda untuk menggeluti bidang pertanian perlu dicontoh pemuda lainnya di wilayah lain.  Salah satu dosen Program Studi Agroindustri Polibara, Eko Apriliyanto, selaku narasumber pada kegiatan hari pertama yang dilaksanakan di Aula Desa Kalipelus Kecamatan Purwonegoro menyampaikan materi tentang Peluang Pertanian Organik Berbasis Sumberdaya Lokal untuk masa depan. Program ini sejalan dengan potensi Desa Kalipelus yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Febrian salah satu peserta menganggap program ini sangat diminati, lebih-lebih dia juga sudah pernah mengikuti kegiatan bidang pertanian di Balai Latihan Kerja Purwareja Klampok Banjarnegara yang benar-benar dapat diaplikasikan langsung selesai kegiatan.

Ujang Riyadi sebagai Panitia Penyelenggara kegiatan sekaligus Ketua BPD Kalipelus menyampaikan program ini sangat tepat untuk pemuda agar dapat mengangkat potensi lokal berupa bidang pertanian. Program-program pemberdayaan pemuda saat ini sedang diupayakan untuk menggiatkan pemuda Desa Kalipelus dengan hal-hal yang positif. Program lain yang sedang digiatkan oleh Karangtaruna Krida Remaja berupa usaha bidang perikanan. Pemuda dapat mandiri mengusahakan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan kesejahteraan pemuda. Kegiatan yang dikemas melalui Program Millenial Boothchamp Training mengambil topik daur ulang sampah organik. Melalui kegiatan tersebut para pemuda didorong sebagai agen perubahan yang akan menggerakkan masyarakat untuk turut serta mengatasi masalah sampah yang ada di lingkungan masyarakat. Daur ulang sampah organik meliputi kegiatan pemanfaatan sampah organik menjadi aneka pupuk organik baik padat maupun cair. Kedua jenis kegiatan sangat mendukung untuk program pertanian organik. Kegiatan tersebut tentu saja memanfaatkan keberadaan sampah-sampah yang ada di rumah tangga atau kawasan permukiman. Melalui kegiatan tersebut juga dilatih tentang materi kewirausahaan sosial, bagaimana meraih peluang usaha dengan kegiatan melibatkan peran serta masyarakat. Harapannya kedepan para generasi muda dapat menjadi generasi yang tangguh, penuh semangat dan dedikasi wirausaha berdaya saing.

admin

Perguruan Tinggi Vokasional Jenjang Diploma III Bidang Kesehatan dan Pertanian

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *