AAI Polibara Belajar Pengelolaan Zakat di Desa Agrowisata

Program Asistensi Agama Islam Politeknik Banjarnegara (AAI Polibara) bekerjasama dengan Yayasan Sahabat Muda Indonesia, Sabtu (16/1) kemarin mengadakan kunjungan ke Dusun Sidomulyo Desa Prigi Kecamatan Sigaluh dalam rangka belajar pengelolaan zakat. Di dusun tersebut, para mahasiswa ditunjukkan dengan aneka program masyarakat yang bekerjasama dengan lembaga zakat nasional Rumah Zakat dalam menjalankan programnya.
Relawan Rumah Zakat Bayu Setyo Pramudyawardana mengungkapkan bahwa pihaknya sudah setahun melakukan pendampingan terhadap masyarakat dengan program-program pemberdayaan. “Desa Prigi memiliki banyak potensi yang jika dioptimalkan dapat menunjang perekonomian warga. Diantaranya ada Bank Sampah, budidaya lebah madu, gula kelapa, makanan olahan berbahan salak, jamur tiram, dan lain-lain” kata Bayu. Tak hanya itu, tambah Bayu, desa ini juga memiliki daya tarik budaya dan pariwisata. Diantaranya dengan keberadaan kesenian kuda kepang, tek-tek, rebana lansia, serta objek wisata Curug Bolong.

Mahasiswa Polibara melakukan kunjungan ke Desa Agrowisata Prigi (2)
Menurut Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan Polibara Lukmanul Hakim yang mendampingi kegiatan tersebut, pihaknya ingin memberikan wawasan pada siswa bahwa pengelolaan zakat yang profesional dapat menunjang program desa agrowisata. “Dari desa ini para mahasiswa belajar dua hal, yang pertama mengenai bagaimana program pemberdayaan yang dilakukan oleh sebuah lembaga zakat, yang kedua mereka dapat belajar aneka kegiatan masyarakat yang terkait dengan agrowisata” jelas Lukman.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa tak hanya mendengarkan paparan, namun juga berkesempatan melihat proses pembuatan pupuk cair perangsang akar di laboratorium mini, meninjau kebun salak yang sudah tersertifikasi, dan diakhiri dengan meninjau objek wisata Curug Bolong yang masih sangat terjaga keasliannya.
Tak mengherankan, dengan potensi yang ada seperti itu, kelompok tani Ijo Royo-royo Desa Prigi dinobatkan sebagai juara 2 nasional kelompok tani . Menurut ketua kelompok tani Kisan Abdullah, bahkan kelompok taninya sudah dua kali mendapat predikat juara nasional. “Dulu saya diundang bertemu Pak SBY untuk desa pengelola hutan terbaik, tahun kemarin saya juga berkesempatan bertemu Pak Jokowi untuk mewakili kelompok tani kami yang menjadi juara dua nasional” jelas Kisan bangga.
Salah satu peserta AAI Polibara Surinto mengaku sangat puas dengan program kegiatan ini. “Disini kami jadi terinspirasi untuk menerapkan ilmu yang kita miliki di kampus untuk diaplikasikan di desa kami nantinya ketika kami lulus. Kami juga terbuka pikirannya bahwa pengelolaan dana zakat jika dioptimalkan sesuai dengan potensi desa dan masyarakat, ternyata efeknya sangat positif bagi kesejahteraan masyarakat” kata Surinto.

Mahasiswa Polibara melakukan kunjungan ke Desa Agrowisata Prigi (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *