Politeknik Banjarnegara Bentuk Konsorsium Tanggap Bencana

Politeknik Banjarnegara menggagas konsorsium Perguruan Tinggi Kerjasama Pengurangan Resiko Bencana dengan Hijiyama University, Jepang. Konsorsium beranggotakan tujuh perguruan tinggi yakni Politeknik Banjarnegara, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muria Kudus, Universitas Islam Malang, Universitas Yudharta Pasuruan, Politeknik Harapan Bersama Tegal dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tamansiswa Banjarnegara. Penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dilaksanakan di sela-sela Seminar Kebencanaan 2018 di Kampus Politeknik Banjarnegara, Sabtu (31/3).

Penandatanganan nota kesepahaman dengan Hijiyama University dilaksanakan oleh Pemkab Banjarnegara yang meliputi dinas/instansi terkait seperti BPBD dan Dindikpora. Selain itu juga dari Polres Banjarnegara dan tujuh perguruan tinggi anggota konsorsium.

Pj. Direktur Politeknik Banjarnegara, Dr. Tuswadi menyampaikan dengan MoU tersebut pihak Indonesia berhak mengundang para ahli kebencanaan dari Hijiyama University dengan biaya dari Pemerintah Jepang untuk memberikan seminar, training, atau workshop untuk peningkatan kapasitas institusi dan masyarakat dalam pengurangan resiko bencana, terutama tanah longsor dan gempa bumi. “Kami paham betul kebutuhan Kabupaten Banjarnegara mengenai kerentanan terhadap bencana alam. Karena itu, kami telah berjuang mati-matian untuk bisa menjalin kerjasama dengan pihak Jepang bagi kemaslahatan masyarakat Banjarnegara,” jelas Dr. Tuswadi.

Profesor Hayashi Takehiro, D.Sc, Vice President Hijiyama University dan Director of Waku Pro Research Centre Hijiyama University, selaku narasumber dalam seminar, juga memberikan pembelajaran tanggap bencana di hadapan 50 peserta didik SD Negeri 1 Kenteng dan SD Negeri 4 Krandegan sebelum kegiatan seminar dilaksanakan.

Kamila Siswati, Kepala SD Negeri 4 Krandegan, sangat mengapresiasi kesediaan Profesor Jepang untuk mengajar para peserta didiknya. Dirinya sangat terkesan dengan cara dan metode mengajar Profesor Hayashi sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.

Sementara itu Arief Rahman, Kepala BPBD Banjarnegara menyambut baik niat Politeknik Banjarnegara dalam membaca kebutuhan Kabupaten Banjarnegara. Sudah selayaknya pemerintah bersinergi dengan perguruan tinggi, sekolah dan masyarakat dalam membangun Banjarnegara yang tanggap dan tangguh menghadapi bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *