Dosen Politeknik Raih Best Oral Presenter dalam Konferensi Internasional

Dosen Program Studi Kebidanan Politeknik Banjarnegara, Dian Nirmala Sari, S.SiT berhasil meraih Best Oral Presenter atau penyaji terbaik dalam 2nd Internasional Conference on Applied Science and Health (ICASH) yang mengambil tema Developing Science and Technology to Improve Health and Well-being. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mahidol University, Thailand, 29 September lalu.

ICASH merupakan sebuah konferensi gabungan antara Politeknik Kesehatan Semarang dan Fakultas Pascasarjana Mahidol Univesity-Thailand, diselenggarakan oleh Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand, yang dikenal secara internasional sebagai Aliansi Cendekiawan Indonesia (InSchooL). “Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kerjasama internasional dalam bidang pendidikan dan kesehatan,” kata Dian.

Dalam kegiatan tersebut, Dian mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Correlation between Prenatal Yoga and Delivery Process Among Mothers in Independent Midwife Clinic Harti Mustaqim Sumowono, Semarang, Indonesia”.

Menurutnya, ICASH merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan berbagai hasil penelitian dan temuan dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat seperti faktor penyakit, epidemiologi, promosi kesehatan, kebijakan kesehatan, gizi, kesehatan dan keselamatan lingkungan, keperawatan dan kebidanan, dan ilmu lainnya yang terkait dengan pembangunan kesehatan.

Berbagai negara yang terlibat dalam kegiatan tersebut diantaranya Canada, Filipina, Thailand, Indonesia serta beberapa negara di kawasan Afrika. “Presentasi hasil penelitian dan artikel dari masing-masing negara, bisa dijadikan tinjauan situasi dan kondisi kesehatan terkini untuk selanjutnya dijadikan bahan masukan dalam merancang program kesehatan di masa depan,” katanya.

Sementara itu, penyaji makalah lainnya dari Politeknik Banjarnegara yaitu Umi Nur Fajri dengan judul penelitian  “The Correlation between Age at Fist Marriage and Visual Inspection with Acetic Acid Diagnosis” .

Dirinya berharap kegiatan tersebut dapat berfungsi sebagai media untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman diantara para ilmuwan serta praktisi kesehatan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai isu-isu paling krusial tentang kesehatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *