Politeknik Diminta Cari Solusi Persoalan Daerah

Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin, S.Pd, M.Pd meminta civitas akademika Politeknik Banjarnegara ikut aktif mencari solusi permasalahan daerah. Sejumlah permasalahan tersebut diantaranya rendahnya angka IPM kabupaten, jumlah penduduk miskin yang masih tinggi, 52 ribu rumah tidak layak huni yang harus ditangani, rusaknya infrastruktur jalan di berbagai tempat, eksploitasi pertambangan yang tidak memperhatikan lingkungan, dan masih tingginya angka kematian ibu dan bayi.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada acara Dies Natalis IX Politeknik Banjarnegara, Minggu (11/) lalu. Semua permasalahan tersebut, katanya, pada hakikatnya merupakan indikator ayat-ayat Allah dalam kehidupan yang harus dibaca dengan bijak dan dengan ilmu pengetahuan oleh civitas akademika Politeknik Banjarnegara. “Civitas akademika Politeknik Banjarnegara memungkinkan untuk membaca ayat-ayat Allah tersebut dengan lebih baik dibanding masyarakat awam karena SDM yang dimiliki dan tradisi ilmiah pemecahan masalah yang dijalaninya dalam keseharian. Masyarakat menunggu sumbangan Politeknik,” katanya.

Terkait Dies Natalis, dirinya mengingatkan sejarah pendirian Politeknik Banjarnegara yang melibatkan sejumlah orang seperti pencipta lagu hymne dan mars Politeknik Banjarnegara, Eyang Juwahir Anom Wijaya dan pencipta logo yang sudah almarhum yang tidak dapat dilepaskan dari sejarah berdirinya Politeknik Banjarnegara. Termasuk ketua Tim Pendirian, Dr. Masrifan Jamil, M.Ph yang sekarang tinggal di Semarang.

“Mereka mulai saat belum ada apa-apanya. Saat semua belum terwujud seperti sekarang ini. Karena itu, saya minta agar jangan dilupakan. Paling tidak bisa hadir pada setiap kali penyelenggaraan peringatan Dies Natalis sebagai penghargaan terhadap mereka yang telah berjasa,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *