Politeknik Banjarnegara Latih Pelaku Agrobisnis

Politeknik Banjarnegara kembali memberikan kontribusi terhadap pengembangan dan penyebarluasan IPTEK melalui kegiatan Pelatihan Hidroponik dan Akuaponik yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Magelang beberapa waktu lalu.

Tim yang dipimpin Ir. Sapto Wibowo, MP tersebut dipercaya menjadi instruktur pelatihan lebih dari 50 peserta yang terdiri dari petani dan pelaku agribisnis se-Kota Magelang. Menurut Sapto, pelatihan tersebut diselenggarakan selama dua hari dan dibagi menjadi dua sesi yaitu materi dan praktek pembuatan hidroponik.

“Sesi materi berupa pengenalan hidroponik, macam-macam model atau tipe hidroponik dan cara budidaya tanaman sayuran dengan media hidroponik. Sedangkan untuk praktik pembuatan hidroponik diantaranya model DFT atau Deep Flow Technique, tipe piramida dan meja serta hidroponik model statis,” ungkapnya.

Kegiatan praktik pembuatan hidroponik meliputi pembuatan lubang untuk media tanam hidroponik sampai dengan merangkai instalasi. Selain itu juga diajarkan cara melakukan transplanting atau pemindahan bibit tanaman kedalam media hidroponik dan pemberian larutan nutrisi untuk budidaya tanaman dengan cara hidroponik.

Suasana pelatihan hidroponik dan akuaponik yang dilaksanakan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Magelang bekerjasama dengan Politeknik Banjarnegara (2)

Ditambahkan Sapto, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh Politeknik Banjarnegara terutama yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat. Kegiatan tersebut juga merupakan bukti bahwa kiprah Politeknik Banjarnegara tidak hanya di Kabupaten Banjarnegara saja tetapi juga dilaksanakan di kabupaten lain diluar Banjarnegara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Magelang, Ir. Dwi Retno Murtiningsih berharap peserta bisa mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dan juga bisa memberi inovasi baru dalam melakukan budidaya pertanian secara hidroponik dengan memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah. “Hidroponik dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, sehingga menambah variasi dalam kegiatan agribisnis,” ujarnya.
Seorang peserta, Tri Suryaningsih mengatakan pelatihan tersebut memberikan ilmu baru tentang budidaya tanaman. Setelah pelatihan tersebut dirinya akan mengaplikasikan ilmu yang telah didapat untuk menanam sayuran. “Apabila kebutuhan sayuran untuk konsumsi rumah tangga telah tercukupi maka akan menjual hasil sayuran hidroponik untuk kegiatan agribisnis,” katanya.

Peserta lain yang juga pelaku agribisnis, Tristanto mengungkapkan pada kegiatan tersebut juga dibentuk komunitas hidroponik Kota Magelang sehingga hasil dari pelatihan tersebut akan terasa manfaatnya secara nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *